Senin, Agustus 17, 2026
Senin, Agustus 17, 2026

UMRAH Siapkan Prodi Arkeologi Maritim dan Fakultas Sastra Melayu untuk Perkuat Kajian Kemaritiman

TANJUNGPINANG — Kabar membanggakan datang dari sektor pendidikan tinggi di Provinsi Kepulauan Riau. Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) tengah mempersiapkan terobosan strategis melalui rencana pembukaan Program Studi Arkeologi Maritim serta pendirian Fakultas Sastra Melayu dan Budaya Bahari.

Inisiatif penting ini disampaikan secara langsung oleh Rektor UMRAH, Prof. Dr. Agung Dhamar Syakti, pada perhelatan Seminar Antarbangsa Environmental and Heritage Management Program (EHMAP) ke-14 yang diselenggarakan di Tanjungpinang.

💡 Tahukah Anda?

Kawasan Kepulauan Riau memiliki kekayaan sejarah jalur rempah serta peradaban bahari yang bernilai tinggi. Kehadiran program studi Arkeologi Maritim di wilayah ini memberikan kesempatan untuk mendalami sejarah secara langsung pada pusat peradaban Nusantara.

🌊 Urgensi Arkeologi Maritim dan Sastra Melayu

Gagasan strategis ini bermula dari diskusi mendalam di antara para akademisi dalam forum ilmiah EHMAP. Pertemuan tersebut melahirkan kesamaan pandangan mengenai pentingnya institusi pendidikan yang secara khusus mengkaji sejarah dan kebudayaan kelautan.

“Hasil diskusi kita menginisiasi sebuah pembelajaran baru dengan membuka program studi yang sangat menarik,” tutur Prof. Agung dengan penuh optimisme.

Sebagai gambaran, berikut adalah fokus utama dari kedua program baru tersebut:

  • Arkeologi Maritim: Meneliti jejak peradaban masa lampau, situs peninggalan bawah air, serta evolusi kemaritiman Nusantara lintas periode.
  • Fakultas Sastra Melayu & Budaya Bahari: Mengkaji secara komprehensif khazanah literatur, tradisi, dan tamadun Melayu yang menjadi identitas utama kawasan ini.

Langkah progresif ini semakin memperkuat posisi UMRAH dalam mewujudkan visinya sebagai pusat riset dan kebudayaan maritim terkemuka di kawasan Asia Tenggara.


🤝 Kolaborasi Riset Lintas Negara

Agenda ini turut merefleksikan eratnya kerja sama akademik antara institusi pendidikan tinggi di Indonesia dan Malaysia. Kemitraan riset di bidang kelautan dan kebudayaan Melayu antarnegara ini terbukti telah berjalan secara harmonis selama 14 tahun.

Dekan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau (UNRI), Prof. Dr. Ir. Rifardi, turut menyampaikan apresiasi serta pandangannya terhadap keberlanjutan kolaborasi ini.

“Atmosfer akademik dan penelitian harus terus dihidupkan. Kita berbagi informasi dan data dengan rekan-rekan peneliti. Alhamdulillah, sampai saat ini kerja sama tersebut tetap terjaga,” ungkap Rifardi.

Lebih lanjut, Rifardi memandang adanya peluang strategis untuk memperluas jejaring riset maritim dengan melibatkan negara-negara tetangga, seperti Thailand, Filipina, dan Singapura.


🎭 Penutupan Acara Melalui Tradisi Berbalas Pantun

Selain sesi diskusi ilmiah, pihak UNRI dan UMRAH secara resmi mengukuhkan kerja sama tersebut melalui penandatanganan dokumen kesepakatan di lokasi kegiatan.

Suasana acara semakin berkesan tatkala UMRAH menyerahkan cinderamata berupa buku pantun karya para wisudawannya kepada pihak UNRI serta Institut Alam dan Tamadun Melayu Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).

Selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Melayu, rangkaian acara ilmiah ini ditutup dengan khidmat melalui tradisi berbalas pantun antar-pimpinan perguruan tinggi—sebuah penutup yang merepresentasikan eratnya hubungan persaudaraan budaya dan akademik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

More like this

PPLH Maritim & Resiliensi Kepulauan UMRAH Ambil Bagian dalam...

/* ===== WP CUSTOM NEWS ARTICLE - LPPM BKS PTN BARAT ===== */ .wp-custom-layout-news { ...