Tanjungpinang — Fenomena El Nino dengan kategori sangat kuat berisiko memicu kemarau panjang, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta penurunan kualitas udara yang mengancam kesehatan masyarakat di Kepulauan Riau.
📌 Poin Penting:
- Prediksi El Nino: Bertahan sangat kuat hingga akhir 2026 dan melemah Mei 2027.
- Defisit Hujan: Kepri sempat mengalami defisit curah hujan hingga >87%.
- Dampak Kesehatan: Peningkatan kasus ISPA, iritasi mata, dan gangguan pernapasan.
- Wilayah Rawan Asap: Kab. Natuna, Kepulauan Anambas, dan Kec. Tambelan (Bintan).
1. Ancaman Kemarau Panjang & Defisit Curah Hujan
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang, Ahmad Kosasih, menjelaskan bahwa puncak fenomena El Nino diperkirakan baru mulai melemah pada Mei 2027. Dampak utamanya adalah berkurangnya curah hujan secara drastis di hampir seluruh wilayah Kepulauan Riau.
Pada bulan Agustus lalu, BMKG mencatat defisit curah hujan di Kepri mencapai lebih dari 87 persen dibanding kondisi normal. Rendahnya curah hujan ini secara signifikan meningkatkan potensi titik api (hotspot) dan kebakaran lahan.
2. Dampak Kesehatan: Kasus ISPA Meningkat
Kabut asap akibat karhutla mulai berdampak langsung pada kesehatan masyarakat. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kepri, Mardianti, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai berbagai ancaman penyakit saluran pernapasan.
⚠️ Risiko Kesehatan Utama:
- Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)
- Iritasi mata dan batuk-batuk
- Gangguan tenggorokan hingga sesak napas
*Kelompok paling rentan: Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis.
Data Dinas Kesehatan menunjukkan tren kasus ISPA sempat melonjak signifikan pada minggu ke-35 dan ke-36, sebelum akhirnya mulai melandai pada minggu ke-37.
3. Kualitas Udara & Wilayah Terdampak
Selain kebakaran lokal, BMKG mencatat penurunan kualitas udara hingga kategori Tidak Sehat juga dipicu oleh kiriman asap dari Kalimantan dan sebagian Sumatra.
Beberapa wilayah di Kepulauan Riau yang paling rentan terpapar kabut asap kiriman meliputi:
- Kabupaten Natuna
- Kepulauan Anambas
- Kecamatan Tambelan (Kabupaten Bintan)
“Sebagian besar kebakaran lahan di Indonesia masih dipicu oleh aktivitas manusia. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan melalui edukasi, pengawasan, serta penegakan hukum yang konsisten.”
— Yales Veva Jaya (Pengamat Lingkungan dan Perkotaan)
4. Kesiapsiagaan & Mitigasi Pemerintah
Menghadapi situasi ini, Pemerintah Daerah Kepri bersama BMKG dan Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan dini. Dinas Kesehatan Kepulauan Riau juga menyiagakan penuh:
- Fasilitas pelayanan kesehatan (Puskesmas & Rumah Sakit)
- Tenaga medis terdepan
- Logistik kesehatan (masker dan obat-obatan)
Langkah ini diambil untuk memastikan daerah siap menghadapi kemungkinan terburuk jika kabut asap memburuk.



